Info Pildun – Jakarta – Malam Minggu (8 Februari 2026) seharusnya jadi malam penuh gairah buat Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK/GBK). Persija Jakarta menjamu Arema FC di pekan ke-20 Super League 2025/26, dengan harapan lanjutkan rekor kandang sempurna musim ini. Tapi apa yang terjadi? Macan Kemayoran malah di bantai habis-habisan 0-2 oleh Singo Edan!
Yang bikin tambah panas: dua bintang anyar Persija yang juga pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra, cuma duduk manis di bangku cadangan sepanjang 90+ menit! Gak disentuh sama sekali oleh pelatih Mauricio Souza. Malu gak sih liat pemain berlabel Timnas malah jadi “penonton VIP” sementara timnya di permalukan di depan puluhan ribu suporter sendiri?
Drama VAR Jadi Petaka, Gol Persija Dianulir
Pertandingan berjalan sengit dari menit awal. Persija tampil dominan, menguasai bola dan menekan lewat sayap dengan Witan Sulaeman serta Emaxwell Souza. Bahkan sempat ada gol dari Gustavo Almeida yang bikin GBK bergemuruh – tapi sayang, wasit langsung pakai VAR dan anulir gol itu! Alasan offside atau pelanggaran, tapi jelas bikin mental pemain Persija drop.
Arema? Mereka main sabar, tunggu kesalahan lawan. Dan kesalahan itu datang di babak kedua. Gabriel Silva jadi mimpi buruk buat lini belakang Macan Kemayoran. Striker Arema ini cetak dua gol telat: satu di menit 82′ dan satu lagi di injury time (90+9′)! Dua gol tanpa balas, rekor kandang Persija di GBK musim ini langsung runtuh. Pertama kalinya mereka kalah di rumah sendiri musim ini.
Kenapa Shayne dan Mauro Gak Dimainkan?
Ini yang bikin netizen bola heboh. Shayne Pattynama, bek kiri andalan Timnas yang baru gabung Persija, dan Mauro Zijlstra, striker muda diaspora yang baru direkrut kontrak 2,5 tahun, sama-sama gak dapat menit bermain sama sekali. Padahal keduanya di datangkan dengan label “pemain Timnas” untuk bantu Persija di putaran kedua liga.
Fans langsung protes: “Ngapain rekrut pemain Timnas kalo cuma jadi penutup bangku cadangan?” “Pelatih Souza takut mainin mereka apa gimana?” Bahkan ada yang bilang ini “malu-maluin” buat citra Timnas Indonesia di mata publik. Shayne dan Mauro cuma bisa nonton dari pinggir lapangan, sementara Arema malah diperkuat tiga eks pemain Persija (Hansamu Yama, Rio Fahmi, Gustavo Franca) yang balas dendam dengan tampil solid!
Pelatih Souza Dikritik Habis-habisan
Mauricio Souza langsung jadi sasaran. Keputusan tak memaksimalkan pemain cadangan, terutama dua nama besar ini, disebut sebagai salah satu blunder fatal malam itu. Persija sebenarnya punya peluang besar menang, tapi finishing lemah dan drama VAR bikin semuanya berantakan.
Di sisi lain, Arema FC layak di apresiasi. Singo Edan main disiplin, manfaatin counter-attack, dan Gabriel Silva bukti kelasnya dengan brace di menit krusial. Kemenangan ini naikin moral mereka di papan tengah klasemen.
Reaksi Fans: Marah, Kecewa, atau Malu?
Jakmania pasti lagi panas dingin. Dari yang bilang “Ini memalukan!” sampai “Timnas kok gini amat di klub?” Di medsos, tagar #Persija vs #Arema rame dengan komentar pedas. Ada yang salahkan pelatih, ada yang salahkan manajemen rekrutan, bahkan ada yang nanya: “Pemain Timnas cuma buat pajangan ya sekarang?”
Buat pendukung Timnas, ini jadi bahan renungan: pemain diaspora di rekrut klub besar, tapi malah gak di mainkan saat timnya butuh. Malu gak sih?
Sekarang giliran Persija bangkit. Pertandingan selanjutnya harus jadi pembuktian. Shayne dan Mauro harusnya dapat kesempatan, atau ini bakal jadi drama panjang di Macan Kemayoran.
Kamu tim mana nih? Jakmania yang kecewa berat, atau Aremania yang lagi party? Drop komentar di bawah, kasih pendapatmu soal keputusan pelatih dan nasib pemain Timnas di klub! 🔥
